Bukukuini melayani kebutuhan buku Anda
News

Tes darah dapat menduga apakah seseorang akan panjang umur

20 Mei 2011

Tes darah yang dapat memberikan petunjuk apakah seseorang akan panjang umur,  sudah mulai ditawarkan. Selain itu dari hasil tes ini akan diketahui apakah seseorang akan sehat atau akan mengidap penyakit tertentu.

Namun tidak sebagai yang dilaporkan oleh berbagai media, tes ini tidak dapat mengatakan berapa bulan atau berapa tahun lagi seseorang diharapkan akan hidup. Bahkan beberapa akhli mengemukakan bahwa tes ini tidak menyediakan informasi yang penting.

Tes ini mengukur telomeres,  yaitu struktur diujung chromosomes, yang semakin berkurang ketika orang menjadi lebih tua. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang dengan telomeres yang lebih sedikit dalam darah putihnya, akan lebih besar kemungkinannya mengidap penyakit seperti kanker, penyakit jantung, Alzheimer, bahkan mati lebih awal. Percobaan pada tikus menunjukkan bahwa penambahan telomeres memperpanjang umur mereka.

Menangkap kesempatan ini, berbagai laboratorium kini menawarkan untuk memriksa panjangnya telomeres. Maka timbullah perdebatan mengenai tes-tes apa yang boleh ditawarkan kepada masyarakat dan apa akibatnya dari sudut etis jika hasilnya dimanfaatkan oleh pemberi kerja atau pihak lainnya.

Beberapa laboratorium yang menawarkan tes ini menekankan bahwa hasilnya hanyalah dimaksudkan sebagai tanda peringatan. Jadi semacam seruan untuk bangun bagi seorang pasien atau dokter yang memakai pengobatan klinik.

Sebuah perusahaan di Spanyol yang secara provokatif bernama "Hidup Lama" menawarkan tes tersebut dengan harga 500 euros atau sekitar 712 dolar jadi sekitar 6 juta rupiah. Menurut laboratorium ini, tes ini akan mengatakan kepada seseorang umur biologisnya yang bisa tidak cocok dengan umur kronologisnya.

Perusahaan lainnya "Telome Health" dari Menlu Park di Kalifornia menawarkan mengadakan tes tersebut tahun ini dengan biaya 200 dolar atau sekitar 1,7 juta. Salah seorang pendiri laboratorium ini adalah Elizabeth H. Blackburn dari Universitas Kalifornia yang ikut memenangkan Hadiah Nobel tahun 2009 untuk penemuan yang berkaitan dengan telomeres.

Menurut Calvin B. Harley kepala bagian keilmuan "Telome Health" tes tersebut adalah semacam sinyal dari dash board sebuah mobil, "lampu pengontrol mesin". Dia membandingkanya dengan tes kolesterol, tapi lebih serba guna karena dapat meramalkan resiko berbagai penyekit, bukan hanya serangan jantung.

Salah satu pengecam tes tersebut adalah Carol Greider seorang akhli biologi molekul di Universitas John Hopkins, yang memenangkan Hadiah Nobel bersama Dr. Blackburn. Dr. Greider mengakui bahwa 1 persen orang yang mempunyai telomere terpendek, besar kemungkinannya mengidap penyakit tertentu seperti kegagalan bone marrow (sumsum tulang belakang) pulmonary fibrosis (parut paru-paru yang fatal). Tapi bagaimana dengan 99 persen lainnya? Lagipula panjang telomere sangat banyak variasinya. Panjang tertentu bisa berasal dari seorang berumur 20 tahun tapi bisa juga berasal dari orng berumur 70 tahun.

Dari sudut etis salah satu yang dikuatirkan adalah bahwa perusahaan asuransi ingin mempunyai pengetahuan ini untuk menetapkan tarif atau menolak jaminan.



Baca juga
  » 16 November 2011
Manfaat membaca buku
Ada sepuluh.

  » 14 November 2011
Mengapa membeli secara online
Keuntungannya

  » 24 Juli 2011
Tatoo lucu
ide yang bagus

  » 4 Juli 2011
Becak India delengkapi GPS
Perlindungan konsumen

  » 30 Mei 2011
Elang bertenaga jet
Foto yang langka